Kamis, 28 Juni 2012

Dasar-dasar Linux

0 komentar

Direktori dan Sistem Berkas

Sistem berkas Linux dan Unix diorganisir dalam struktur hirarki, seperti pohon. Level tertinggi dari sistem berkas adalah / atau direktori root. Dalam filosofi disain Unix dan Linux, semua dianggap sebagai berkas, termasuk hard disks, partisi dan removable media. Ini berarti bahwa semua berkas dan direktori (termasuk cakram dan partisi lain) ada di bawah direktori root.
Sebagai contoh, /home/jebediah/cheeses.odt menampilkan alur (path) ke berkas cheeses.odt yang ada di dalam direktori jebediah yang mana ada di bawah direktori home, yang berada di bawah direktori root (/).
Di bawah direktori root (/), ada beberapa kumpulan direktori sistem penting yang umum digunakan oleh banyak distribusi Linux lainnya. Di bawah ini adalah daftar dari direktori umum yang berada tepat di bawah direktori root (/) :

  • /bin - aplikasi biner penting
  • /boot - lokasi berkas konfigurasi untuk boot.
  • /dev - berkas peranti (device)
  • /etc - berkas konfigurasi, skrip startup, dll (etc)...
  • /home - direktori pangkal (home) untuk pengguna
  • /lib - libraries yang diperlukan oleh sistem
  • /lost+found - menyediakan sistem lost+found untuk berkas yang berada dibawah direktori root (/)
  • /media - mount (memuat) removable media seperti CD-ROM, kamera digital, dll...
  • /mnt - untuk me-mount sistem berkas
  • /opt - tempat lokasi untuk menginstal aplikasi tambahan (optional)
  • /proc - direktori dinamis khusus yang menangani informasi mengenai kondisi sistem, termasuk proses-proses (processes) yang sedang berjalan
  • /root - direktori pangkal untuk root, diucapkan 'slash-root'
  • /sbin - sistem biner penting
  • /sys - mengandung informasi mengenai system
  • /tmp - berkas sementara (temporary)
  • /usr - tempat aplikasi dan berkas yang sering digunakan oleh pengguna (users)
  • /var - berkas variabel seperti log dan database

 

Hak Akses

Semua berkas dalam sistem Linux mempunyai hak akses yang dapat mengizinkan atau mencegah orang lain dari menilik, mengubah atau mengeksekusi. Pengguna super "root" mempunyai kemampuan untuk mengakses setiap berkas dalam sistem. Setiap berkas memiliki pembatasan akses, pembatasan pengguna, dan memiliki asosiasi pemilik/grup.
Setiap berkas dilindungi oleh tiga lapis hak akses berikut ini:
  • pengguna
    berlaku bagi pengguna yang adalah pemilik dari suatu berkas
  • grup
    berlaku bagi grup yang berhubungan dengan suatu berkas
  • lainnya
    berlaku bagi semua pengguna lainnya
Di dalam setiap dari tiga setelan hak izin ada hak izin sesungguhnya. Hak izin, dan cara penggunaannya untuk berkas dan direktori, diuraikan dibawah ini:
  • baca
    berkas dapat ditampilkan/dibuka
    isi direktori dari ditampilkan
  • tulis
    berkas dapat disunting atau dihapus
    isi direktori dari dimodifikasi
  • eksekusi
    berkas eksekusi dapat dijalankan sebagai program
    direktori dapat dimasuki
Untuk menilik dan menyunting hak izin pada berkas dan direktori, buka Applications->Accessories->Home Folder dan klik kanan di berkas atau direktori. Kemudian pilih Properties. Info hak izin ada di tab Permissions dan Anda dapat mengubah seluruh level hak izin, apabila Anda adalah pemilik dari berkas tersebut.

Terminal

Bekerja dengan baris perintah tidaklah tugas yang menakutkan seperti yang Anda pikir sebelumnya. Tidak dibutuhkan pengetahuan khusus untuk mengetahui bagaimana menggunakan baris perintah, ini adalah program seperti yang lainnya. Semua tugas di Linux dapat diselesaikan menggunakan baris perintah, walaupun telah ada alat berbasis grafik untuk semua program, tetapi kadang-kadang itu semua tidak cukup. Disinilah baris perintah akan membantu Anda.
Terminal berada di Applications->Terminal . Terminal sering disebut command prompt atau shell. Di masa lalu, hal ini adalah cara pengguna untuk berinteraksi dengan komputer, dan para pengguna Linux berpendapat bahwa penggunaan perintah melalui shell akan lebih cepat dibanding melalui aplikasi berbasis grafik dan hal ini masih berlaku sampai sekarang. Disini Anda akan mempelajari bagaimana menggunakan terminal.
Kegunaan awal dari terminal adalah sebagai peramban (browser) berkas dan kenyataannya saat ini masih digunakan sebagai peramban berkas, di saat lingkungan berbasis grafik tidak tersedia. Anda dapat menggunakan terminal sebagai peramban berkas untuk melihat berkas dan membatalkan perubahan yang telah dibuat.

Perintah Umum


Menilik Direktori - ls
Perintah ls (LiSt) melihat daftar berkas dalam suatu direktori.
Membuat Direktori: - mkdir (nama direktori)
Perintah mkdir (MaKeDIRectory) untuk membuat direktori.
Mengubah Direktori: - cd (/direktori/lokasi)
Perintah cd perintah (ChangeDirectory) akan mengubah dari direktori Anda saat ini ke direktori yang Anda tentukan.
Menyalin Berkas/Direktori: - cp (nama berkas atau direktori) (ke direktori atau nama berkas)
Perintah cp (CoPy) akan menyalin setiap berkas yang Anda tentukan. Perintah cp -r akan menyalin setiap direktori yang Anda tentukan.
Menghapus Berkas/Direktori: - rm (nama berkas atau direktori)
Perintah rm perintah (ReMove) akan menghapus setiap berkas yang Anda tentukan. Perintah rm -rf akan menghapus setiap direktori yang Anda tentukan.
Ganti Name Berkas/Direktori - mv (nama berkas atau direktori)
Perintah mv (MoVe) akan mengganti nama/memindahkan setiap berkas atau direktori yang Anda tentukan.
Mencari Berkas/Direktori: - mv (nama berkas atau direktori)
Perintah locate akan setiap nama berkas yang anda tentukan yang ada di dalam komputer. Perintah ini menggunakan indeks dari berkas dalam sistem Anda untuk bekerja dengan cepat: untuk memutakhirkan indeks ini jalankan perintah updatedb. Perintah ini berjalan otomatis setiap hari, apabila komputer Anda nyala terus setiap hari. Dan perintah ini harus dijalankan dengan hak istimewa administratif (lihat “Root Dan Sudo”).
Anda juga dapat menggunakan wildcard untuk mencocokkan satu atau lebih berkas, seperti "*" (untuk semua berkas) atau "?" (untuk mencocokkan satu karakter).
Untuk pengenalan lebih lanjut mengenai baris perintah Linux, silakan baca pengenalan baris perintah di wiki Ubuntu.


Bantuan Lebih Lanjut

Banyak sekali informasi mengenai Linux yang tersedia di Internet. Untuk memulai, silakan lihat tutorial bagus mengenai Getting Started with Linux.





Read full post »

Cara Install Aplikasi di Ubuntu Tanpa Sambungan Internet (Offline)

0 komentar

Jika anda seorang linuxer atau seorang ubuntero (pokoknya hobinya main ubuntu), tetapi
anda tidak mempunyai sambungan ke internet, jangan khawatir, karena di Indonesia punya
repository untuk ubuntu versi apapun.
Sebelumnya saya jelaskan apa itu repository. Repository adalah tempat berkumpulnya filefile
master aplikasi di ubuntu, biasanya hanya bisa diakses online via ubuntu software center
atau synaptic manager (setelah anda update via koneksi internet dengan cara mengetik “sudo
apt-get update“). Namun ada kendala apabila komputer atau laptop anda tidak terhubung
dengan internet. Maka, inilah solusinya :


1. Buka repository online Indonesia di repo.ugm.ac.id/apt-web.
2. Jika anda buka yang pertama, anda akan disuguhkan kotak pencarian beserta versi
ubuntunya. Ketik aplikasi yang anda cari.
3. Setelah itu, akan muncul berbagai link download yang siap untuk didownload.
4. Masukkan file-file tersebut ke satu folder, contohnya folder bernama “app”
5. Lalu, buka terminal
6. Ketik cd <direktori tempat file> contohnya ketik
cd/home/NAMAUSER/app/
7. Lalu ketik dpkg -i *.deb
8. Klik enter, maka aplikasi pun dapat terinstal

Selamat mencoba.
Read full post »

Minggu, 24 Juni 2012

Install Modem Smart CE682 di Ubuntu 11.10

0 komentar
 

Berikut ini langkah-langkah menginstall modem Smartfren CE682 yang telah saya praktekkan dan hasilnya menurut saya sangat memuaskan :

Pertama download paket software disini.

Kemudian buatlah sebuah folder di direktori home, misalnya dengan nama paket. Kemudian ekstrak file yang telah di download tadi ke dalam folder paket tersebut.

Lalu masuk ke folder paket yang telah di buat tadi dengan mengetikkan perintah seperti di bawah ini:
boody@blacknote:~$ cd paket

Kemudian install paket-paket tersebut dengan mengetikkan perintah di terminal seperti di bawah ini:
boody@blacknote:~/paket $ sudo dpkg -i –force-depends *.deb

Setelah proses selesai kemudian cek dulu dmseg-nya dengan perintah "dmesg | tailtanpa tanda kutip, hasilnya akan keluar seperti di bawah ini:

boody@blacknote:~$ dmesg | tail
[ 16.435959] ADDRCONF(NETDEV_UP): eth0: link is not ready
[ 19.963390] EXT4-fs (sda7): re-mounted. Opts: errors=remount-ro,commit=0
[ 19.966436] EXT4-fs (sda8): re-mounted. Opts: commit=0
[ 241.704054] usb 2-2: USB disconnect, address 3
[ 253.352033] usb 2-2: new full speed USB device using uhci_hcd and address 4
[ 253.522675] scsi5 : usb-storage 2-2:1.0
[ 254.524252] scsi 5:0:0:0: CD-ROM CDROM EVDO ReV A 7.00 PQ: 0 ANSI: 2
[ 254.536216] sr1: scsi-1 drive
[ 254.536454] sr 5:0:0:0: Attached scsi CD-ROM sr1
[ 254.536652] sr 5:0:0:0: Attached scsi generic sg2 type 5

Kemudian ejeck dulu CD-ROM-nya dengan perintah:
boody@blacknote:~$ sudo eject /dev/sr1

Setelah itu lihat lagi dmesg-nya dengan perintah seperti di atas tadi, hasilnya akan menjadi:
boody@blacknote:~$ dmesg | tail
[ 254.524252] scsi 5:0:0:0: CD-ROM CDROM EVDO ReV A 7.00 PQ: 0 ANSI: 2
[ 254.536216] sr1: scsi-1 drive
[ 254.536454] sr 5:0:0:0: Attached scsi CD-ROM sr1
[ 254.536652] sr 5:0:0:0: Attached scsi generic sg2 type 5
[ 365.648085] usb 2-2: USB disconnect, address 4
[ 368.192038] usb 2-2: new full speed USB device using uhci_hcd and address 5
[ 368.375134] scsi6 : usb-storage 2-2:1.3
[ 369.380301] scsi 6:0:0:0: Direct-Access SDVDISK EVDO ReV A 7.00 PQ: 0 ANSI: 0 CCS
[ 369.381257] sd 6:0:0:0: Attached scsi generic sg2 type 0
[ 369.473277] sd 6:0:0:0: [sdb] Attached SCSI removable disk

Kemudian cek modemnya dengan perintah "lsusb" tanpa tanda kutip:
boody@blacknote:~$ lsusb
Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 002 Device 005: ID 201e:1022
Bus 002 Device 002: ID 15ca:00c3 Textech International Ltd. Mini Optical Mouse
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

Ternyata terdetect dengan vendor dan product id-nya, Bus 002 Device 005: ID 201e:1022, tapi nama vendornya ga muncul, tidak masalah tetep lanjut saja. Sekarang ke pengaturan, masuk ke:
boody@blacknote:~$ sudo gedit /etc/usb_modeswitch.conf

Akan terbuka sebuah file dengan gedit, silakan tambahkan kode dibawah ke baris yang paling akhir :

# /etc/usb_modeswitch.conf
#
# Smart Haier CE682 (EVDO)
#
DefaultVendor = 0x201e
DefaultProduct = 0×1022
TargetVendor = 0x201e
TargetProduct = 0×1022
MessageContent=”5553424312345678c00000008000069f030000000000000000000000000000″


masuk lagi ke :
sudo gedit /etc/udev/rules.d/99-haier-ce682.rules
isi dengan :
# /etc/udev/rules.d/99-zte-ce682.rules
#
# Smart Haier CE682 (EVDO)
#
SUBSYSTEM==”usb”, SYSFS{idVendor}==”201e”,

SYSFS{idProduct}==”1022″, RUN+=”/usr/sbin/usb_modeswitch –default-vendor 0x201e –default-product 0×1022 –message-content 5553424312345678c00000008000069f030000000000000000000000000000″

Lalu simpan. Sekarang load beberapa parameter yang dibutuhkan ke kernel
boody@blacknote:~$ sudo modprobe usbserial vendor=0X201e product=0X1022

Kemudian install deteksi modemnya dengan perintah:
boody@blacknote:~$ sudo apt-get install wvdial

Kemudian ketikkan perintah berikut:
boody@blacknote:~$ sudo wvdialconf
Editing `/etc/wvdial.conf’.
Scanning your serial ports for a modem.
ttyS0: ATQ0 V1 E1 — failed with 2400 baud, next try: 9600 baud
ttyS0: ATQ0 V1 E1 — failed with 9600 baud, next try: 115200 baud
ttyS0: ATQ0 V1 E1 — and failed too at 115200, giving up.
ttyS1: ATQ0 V1 E1 — failed with 2400 baud, next try: 9600 baud
ttyS1: ATQ0 V1 E1 — failed with 9600 baud, next try: 115200 baud
ttyS1: ATQ0 V1 E1 — and failed too at 115200, giving up.
Modem Port Scan: S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9
Modem Port Scan: S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17
Modem Port Scan: S18 S19 S20 S21 S22 S23 S24 S25
Modem Port Scan: S26 S27 S28 S29 S30 S31
WvModem: Cannot get information for serial port.
ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 — OK
ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 Z — OK
ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 S0=0 — OK
ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 — OK
ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 — OK
ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 — OK
ttyUSB0: Modem Identifier: ATI — Manufacturer: +GMI: China TeleCom
ttyUSB0: Speed 9600: AT — OK
ttyUSB0: Max speed is 9600; that should be safe.
ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 — OK
WvModem: Cannot get information for serial port.
ttyUSB1: ATQ0 V1 E1 — failed with 2400 baud, next try: 9600 baud
ttyUSB1: ATQ0 V1 E1 — failed with 9600 baud, next try: 9600 baud
ttyUSB1: ATQ0 V1 E1 — and failed too at 115200, giving up.
WvModem: Cannot get information for serial port.
ttyUSB2: ATQ0 V1 E1 — OK
ttyUSB2: ATQ0 V1 E1 Z — OK
ttyUSB2: ATQ0 V1 E1 S0=0 — OK
ttyUSB2: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 — OK
ttyUSB2: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 — OK
ttyUSB2: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 — OK
ttyUSB2: Modem Identifier: ATI — Manufacturer: +GMI: China TeleCom
ttyUSB2: Speed 9600: AT — OK
ttyUSB2: Max speed is 9600; that should be safe.
ttyUSB2: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 — OK
Found a modem on /dev/ttyUSB0.
Modem configuration written to /etc/wvdial.conf.
ttyUSB0: Speed 9600; init “ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0″
ttyUSB2: Speed 9600; init “ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0″

Yups... modem terdeteksi di /dev/ttyUSB0 lanjut ke pengaturan wvdial, masuk ke:
boody@blacknote:~$ sudo gedit /etc/wvdial.conf

Kemudian tambahkan baris berikut:

[Dialer smart]Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Stupid Mode = 1
Modem Type = Analog Modem
Command Line = ATDT
ISDN = 0
New PPPD = yes
Phone = #777
Modem = /dev/ttyUSB0
Username = smart
Password = smart
Baud = 460800

Langkah terakhir coba koneksikan dengan perintah:
boody@blacknote:~$ sudo wvdial smart

Kalau sudah mendapat ip addrees harusnya sudah bisa browsing internet.

Sekarang masalahnya setiap ingin konek, modem kita colokkan, kita harus eject CD-ROM, load kernel dll. Nah biar cepat kita buat launcher bash script, buat file baru ekstensi .sh di letakkan di direktori Home, misalnya smart.sh isi file tersebut dengan baris perintahseperti di bawah ini :

#!/bin/bash
sudo eject /dev/sr1
sleep 2
sudo modprobe usbserial vendor=0X201e product=0X1022
sleep 2
sudo wvdial smart

Lalu rubah permissionnnya dulu agar bisa dijalankan :
boody@blacknote:~$ sudo chmod +x smart.sh

OK, untuk menjalankan kita tinggal ketik di terminal:
boody@blacknote:~$ sudo ./smart.sh

Semoga suksesss...
Catatan: Jika belum berhasil, silakan di ulang lagi langkah-langkah di atas dari awal sampai akhir. Saya juga melakukan langkah-langkah tersebut lebih dari satu kali.




Read full post »

Sabtu, 28 April 2012

Perintah dasar Linux

0 komentar

Perintah-perintah dasar Pada Linux

 

Sekilas Tentang Command Line

Seperti halnya bila kita mengetikkan perintah di DOS, command line atau baris perintah di Linux juga diketikkan di prompt dan diakhiri dengan menekan tombol Enter pada keyboard untuk mengeksekusi perintah tersebut.
Baris perintah merupakan cara yang lebih efisien untuk melakukan sesuatu pekerjaan. Oleh karena itu pemakai Linux tetap mengandalkan cara ini untuk bekerja. Sebaiknya pemula juga harus mengetahui dan sedikitnya pernah menggunakan perintah baris ini karena suatu saat pengetahuan akan perintah-perintah ini bisa sangat diperlukan.
Berikut akan dijelaskan beberapa perintah dasar yang mungkin kelak akan sering digunakan terutama oleh para pemula. Perhatian: pengetahuan akan perintah-perintah yang lain akan segera bertambah seiring dengan kemajuan Anda menguasai sistem operasi Linux ini.
Penjelasan masing-masing perintah akan dipersingkat saja dan untuk mengetahui lebih detail lagi fungsi-fungsi suatu perintah, Anda dapat melihat manualnya, misalnya dengan mengetikkan perintah man:
man adalah perintah untuk menampilkan manual dari suatu perintah. Cara untuk menggunakannya adalah dengan mengetikkan man diikuti dengan perintah yang ingin kita ketahui manual pemakaiannya.
Contoh:
$ man ls 
 
Perintah di atas digunakan untuk menampilkan bagaimana cara penggunaan perintah ls secara lengkap.

Perintah-Perintah Dasar Linux

Sebagai panduan Anda, berikut adalah daftar perintah secara alfabet. Sebenarnya, Anda dapat saja menekan tab dua kali untuk melihat semua kemungkinan perintah yang dapat digunakan. Misalnya Anda ingin mengetahui perintah apa saja yang dimulai dengan huruf a, maka Anda cukup mengetikkan a lalu tekan tab dua kali!
Daftar Perintah Menurut Alfabet
& adduser alias bg cat cd chgrp chmod chown cp fg find grep gzip halt hostname kill less login logout ls man mesg mkdir more mount mv passwd pwd rm rmdir shutdown su tail talk tar umount unalias unzip wall who xhost + xset zip

&

Perintah & digunakan untuk menjalan perintah di belakang (background) Contoh:
wget http://id.wikibooks.org & Perintah & dipakai dibelakang perintah lain untuk menjalankannya di background. Apa itu jalan di background? Jalan dibackground maksudnya adalah kita membiarkan sistem untuk menjalankan perintah sendiri tanpa partisipasi kita, dan membebaskan shell/command prompt agar bisa dipergunakan menjalankan perintah yang lain.
Lihat juga:
Silahkan lihat juga perintah bg dan fg.

adduser

Perintah adduser digunakan untuk menambahkan user.
Biasanya hanya dilakukan oleh root untuk menambahkan user atau account yg baru. Setelah perintah ini bisa dilanjutkan dengan perintah passwd, yaitu perintah untuk membuat password bagi user tersebut. Contoh:
# adduser vicky # passwd anakkota# Perhatikan bahwa semua perintah yang membutuhkan akses root, di sini saya tulis dengan dengan menggunakan tanda #, untuk memudahkan Anda membedakannya dengan perintah yang tidak perlu akses root.
Jika Anda menjalankan perintah adduser, Anda akan diminta memasukkan password untuk user yang Anda buat. Isikan password untuk user baru tersebut dua kali dengan kata yang sama.

alias

Digunakan untuk memberi nama lain dari sebuah perintah. Alias digunakan untuk memudahkan agar tidak harus mengetikkan perintah yang panjang, tapi cukup aliasnya saja.
Misalnya bila Anda ingin perintah ls dapat juga dijalankan dengan mengetikkan perintah dir, maka buatlah aliasnya sbb:
$ alias dir=ls Kalau Anda suka dengan tampilan berwarna-warni, cobalah bereksperimen dengan perintah berikut:
$ alias dir="ls -ar --color:always"
Untuk melihat perintah-perintah apa saja yang mempunyai nama lain saat itu, cukup ketikkan alias saja (tanpa argumen). Lihat juga perintah unalias.

apt-cache

Untuk mencari aplikasi yang telah didownload oleh apt-get.
$ apt-cache search apache2

apt-get

Untuk menginstall atau uninstall aplikasi di linux, sebagian keluarga linux yang menggunakan adalah debian dan turunannya. Contoh untuk menginstall aplikasi apache:
$ apt-get install apache2 Untuk mengecek pembaruan dari aplikasi yang terinstall di linux.
$ apt-get update Untuk memperbarui aplikasi di linux, biasanya digunakan setelah apt-get update.
$ apt-get upgrade

bg

Untuk maminta sebuah proses yang dihentikan sementara(suspend) agar berjalan di background. Misalnya Anda sedang menjalankan sebuah perintah di foreground (tanpa diakhiri perintah &) dan suatu saat Anda membutuhkan shell tersebut maka Anda dapat memberhentikan sementara perintah tersebut dengan Ctrl-Z kemudian ketikan perintah bg untuk menjalakannya di background. Dengan cara ini Anda telah membebaskan shell tapi tetap mempertahankan perintah lama berjalan di background.
Lihat juga perintah fg.

cat

Menampilkan isi dari sebuah file di layar. Contoh:
$ cat /nama/suatu/file

cd

[ubuntu@fujitsu ubuntu]$ cd /usr/X11R6/bin [ubuntu@fujitsu ubuntu bin]$ pwd

chgrp

Perintah ini digunakan untuk merubah kepemilikan kelompok file atau direktori. Misalnya untuk memberi ijin pada kelompok atau grup agar dapat mengakses suatu file. Sintaks penulisannya adalah sbb:
# chgrp <grup baru> <file> [1]===chmod=== Digunakan untuk menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktori. Anda dapat menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding. Ada tiga jenis permission/perijinan yang dapat dirubah yaitu:
  1. r untuk read,
  2. w untuk write, dan
  3. x untuk execute.
Dengan menggunakan letter coding, Anda dapat merubah permission diatas untuk masing-masing u (user), g (group), o (other) dan a (all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin.
Misalnya untuk memberikan ijin baca dan eksekusi file coba1 kepada owner dan group, perintahnya adalah:
$ chmod ug+rx coba1 Untuk mencabut ijin-ijin tersebut:
$ chmod ug-rx coba1 Dengan menggunakan sitem numeric coding, permission untuk user, group dan other ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka, 4, 2 dan 1 dimana 4 (read), 2 (write) dan 1 (execute).
Misalnya untuk memberikan ijin baca(4), tulis(2) dan eksekusi(1) file coba2 kepada owner, perintahnya adalah:
$ chmod 700 coba2 testing dicoba
$ chmod 644 coba3 Perhatian: Jika Anda hosting di server berbasis Linux, perintah ini sangat penting sekali bagi keamanan data Anda. Saya sarankan semua direktori yang tidak perlu Anda tulis di chmod 100 (jika Apache jalan sebagai current user (Anda)) atau di chmod 501 jika Apache jalan sebagai www-data atau nobody (user lain).

chown

Merubah user ID (owner) sebuah file atau direktori
$ chown <user id> <file>

cp

Untuk menyalin file atau copy. Misalnya untuk menyalin file1 menjadi file2:
$ cp <file1> <file2>

fg

Mengembalikan suatu proses yang dihentikan sementar(suspend) agar berjalan kembali di foreground. Lihat juga perintah bg diatas.

find

Untuk menemukan dimana letak sebuah file. Perintah ini akan mencari file sesuai dengan kriteria yang Anda tentukan. Sintaksnya adalah perintah itu sendiri diikuti dengan nama direktori awal pencarian, kemudian nama file (bisa menggunakan wildcard, metacharacters) dan terakhir menentukan bagaimana hasil pencarian itu akan ditampilkan. Misalnya akan dicari semua file yang berakhiran .doc di current direktori serta tampilkan hasilnya di layar:
$ find . -name *.doc -print Contoh hasil:
. /public/docs/account.doc . /public/docs/balance.doc . /public/docs/statistik/prospek.doc ./public/docs/statistik/presconf.doc

grep

Global regular expresion parse atau grep adalah perintah untuk mencari file-file yang mengandung teks dengan kriteria yang telah Anda tentukan.
Format perintah:
$ grep <teks> <file> Misalnya akan dicari file-file yang mengandung teks marginal di current direktori:
$ grep marginal <file> diferent.doc: Catatan: perkataan marginal luas dipergunakan di dalam ilmu ekonomi prob.rtf: oleh fungsi hasil marginal dan fungsi biaya marginal jika fungsi prob.rtf: jika biaya marginal dan hasil marginal diketahui maka biaya total

gzip

Ini adalah software kompresi zip versi GNU, fungsinya untuk mengkompresi sebuah file. Sintaksnya sangat sederhana:
$ gzip <namafile> Walaupun demikian Anda bisa memberikan parameter tertentu bila memerlukan kompresi file yang lebih baik, silakan melihat manual page-nya. Lihat juga file tar, unzip dan zip.

halt

Perintah ini hanya bisa dijalankan oleh super useratau Anda harus login sebagai root. Perintah ini untuk memberitahu kernel supaya mematikan sistem atau shutdown.

hostname

Untuk menampilkan host atau domain name sistem dan bisa pula digunakan untuk mengesset nama host sistem.
Contoh pemakaian:
[user@localhost mydirectoryname] $ hostname localhost.localdomain

kill

Perintah ini akan mengirimkan sinyal ke sebuah proses yang kita tentukan. Tujuannya adalah menghentikan proses. Format penulisan:
$ kill <sinyal> <pid> PID adalah nomor proses yang akan di hentikan. Tidak tahu PID proses mana yang mau dibunuh? Cobalah bereksperimen dengan perintah:
ps aux | grep <myusername>

less

Fungsinya seperti perintah more.


===login===
Untuk masuk ke sistem dengan memasukkan login ID atau dapat juga digunakan untuk berpindah dari user satu ke user lainnya.

logout

Untuk keluar dari sistem.

ls

Menampilkan isi dari sebuah direktori seperti perintah dir di DOS. Anda dapat menggunakan beberapa option yang disediakan untuk mengatur tampilannya di layar. Bila Anda menjalankan perintah ini tanpa option maka akan ditampilkan seluruh file nonhidden(file tanpa awalan tanda titik) secara alfabet dan secara melebar mengisi kolom layar. Option -la artinya menampilkan seluruh file/all termasuk file hidden(file dengan awalan tanda titik) dengan format panjang.

man

Untuk menampilkan manual page atau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah.
$ man <perintah> Untuk keluar dari halaman manual, tekan tombol "q"

mesg

Perintah ini digunakan oleh user untuk memberikan ijin user lain menampilkan pesan dilayar terminal. Misalnya mesg Anda dalam posisi y maka user lain bisa menampilkan pesan di layar Anda dengan write atau talk.
$ mesg y atau mesg n Gunakan mesg n bila Anda tidak ingin diganggu dengan tampilan pesan-pesan dari user lain.

mkdir

Membuat direktori baru, sama dengan perintah md di DOS. a
Contoh : mkdir <nama folder> kemudian enter
$mkdir mahasiswa

more

Mempaging halaman, seperti halnya less

mount

Perintah ini akan me-mount filesystem ke suatu direktori atau mount-point yang telah ditentukan. Hanya superuser yang bisa menjalankan perintah ini. Untuk melihat filesystem apa saja beserta mount-pointnya saat itu, ketikkan perintah mount. Perintah ini dapat Anda pelajari di bab mengenai filesystem. Lihat juga perintah umount.
$ mount /dev/hda3 on / type ext2 (rw) none on /proc type proc (rw) /dev/hda1 on /dos type vfat (rw) /dev/hda4 on /usr type ext2 (rw) none on /dev/pts type devpts (rw,mode=0622)

mv

Untuk memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Bila argumen yang kedua berupa sebuah direktori maka mv akan memindahkan file ke direktori tersebut. Bila kedua argumen berupa file maka nama file pertama akan menimpa file kedua. Akan terjadi kesalahan bila Anda memasukkan lebih dari dua argumen kecuali argumen terakhir berupa sebuah direktori.

nano

Salah satu editor di linux, seperti halnya notepad di windows. Contoh untuk mengedit suatu file.
$ nano /etc/apt/sources.list Setelah selesai untuk menyimpan menggunakan ctrl+o dan untuk keluar menggunakan ctrl+x

passwd

Digunakan untuk mengganti password. Anda akan selalu diminta mengisikan password lama dan selanjutnya akan diminta mengisikan password baru sebanyak dua kali. Password sedikitnya terdiri dari enam karakter dan sedikitnya mengandung sebuah karakter.

pwd

Print working directory, atau untuk menampilkan nama direktori dimana Anda saat itu sedang berada.

rm

Untuk menghapus file dan secara default rm tidak menghapus direktori. Gunakan secara hati-hati perintah ini terutama dengan option -r yang secara rekursif dapat mengapus seluruh file.
Sekali lagi: Hati-hati dengan perintah ini!

rmdir

Untuk menghapus direktori kosong.

scp

Untuk menyalin file dari satu host ke host lainnya. contoh mengirim file buku.txt dari host 192.168.1.1 dengan user aku.
$ scp aku@192.168.1.1:/home/buku.txt /home/

shutdown

Perintah ini untuk mematikan sistem, seperti perintah halt. Pada beberapa sistem anda bisa menghentikan komputer dengan perintah shutdown -h now dan merestart sistem dengan perintah shutdown -r now atau dengan kombinasi tombol Ctr-Alt-Del..

su

Untuk login sementara sebagai user lain. Bila user ID tidak disertakan maka komputer menganggap Anda ingin login sementara sebagai super user atau root. Bila Anda bukan root dan user lain itu memiliki password maka Anda harus memasukkan passwordnya dengan benar. Tapi bila Anda adalah root maka Anda dapat login sebagai user lain tanpa perlu mengetahui password user tersebut.

tail

Menampilkan 10 baris terakhir dari suatu file. Default baris yang ditampilkan adalah 10 tapi Anda bisa menentukan sendiri berapa baris yang ingin ditampilkan:
$ tail <jumlah baris> <file file ....>

talk

Untuk mengadakan percakapan melalui terminal. Input dari terminal Anda akan disalin di terminal user lain, begitu sebaliknya.

tar

Menyimpan dan mengekstrak file dari media seperti tape drive atau hard disk. File arsip tersebut sering disebut sebagai file tar. Sintaknya sebagai berikut:
$ tar <aksi> <option> <file atau direktori> Contoh:
$ tar -czvf namaFile.tar.gz /nama/direktori/* Perintah di atas digunakan untuk memasukkan semua isi direktori, lalu dikompres dengan format tar lalu di zip dengan gzip, sehingga menghasilkan sebuah file bernama namaFile.tar.gz
$ tar -xzvf namaFile.tar.gz Perintah di atas untuk mengekstrak file namaFile.tar.gz

umount

Adalah kebalikan dari perintah mount, yaitu untuk meng-unmount filesystem dari mount-pointnya. Setelah perintah ini dijalankan direktori yang menjadi mount-point tidak lagi bisa digunakan.
# umount <filesystem>

unalias

Kebalikan dari perintah alias, perintah ini akan membatalkan sebuah alias. Jadi untuk membatalkan alias dir seperti telah dicontohkan diatas, gunakan perintah:
$ unalias dir

unzip

Digunakan untuk mengekstrak atau menguraikan file yang dikompres dengan zip. Sintaknya sederhana dan akan mengekstrak file yang anda tentukan:
$ unzip <namafile> Lihat juga perintah-perintah gzip dan unzip.

wall

Mengirimkan dan memberitahu tentang isi pesan dan menampilkannya di terminal tiap user yang sedang login. Perintah ini berguna bagi superuser atau root untuk memberikan peringatan ke seluruh user, misalnya pemberitahuan bahwa server sesaat lagi akan dimatikan.
# wall Dear, everyone..... Maaf Saya LAgi Marah, server akan saya matikan 10 menit lagi.

who

Untuk menampilkan siapa saja yang sedang login dan aktif / sedang menjalankan program . Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai login name, jenis terminal, waktu login dan remote hostname untuk setiap user yang saat itu sedang login. Misalnya:
$ who root ttyp0 May 22 11:44 flory ttyp2 May 22 11:59 pooh ttyp3 May 22 12:08

xhost +

Perintah ini digunakan untuk memberi akses atau menghapus akses(xhost -) host atau user ke sebuah server X.

xset

Perintah ini untuk mengeset beberapa option di X Window seperti bunyi bel, kecepatan mouse, font, parameter screen saver dan sebagainya. Misalnya bunyi bel dan kecepatan mouse dapat Anda set menggunakan perintah ini:
$ xset b <volume> <frekuensi> <durasi dalam milidetik> $ xset m <akselerasi> <threshold>
 
 
 
 
 
Baca Lebih Lanjut Mas Bro
Read full post »
 

Copyright © 2012 Boodie Blog Design by Free CSS Templates | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger